Posted on Agustus 1, 2007 by posmetro
Mulai Minggu (29/7) Posmetro edisi Minggu hadir dengan konsep baru. Pada edisi ini Posmetro “diubah” menjadi STOP. Dengan tambahan kalimat “edisi weekend POSMETRO”.
Mengapa STOP? Karena ini adalah edisi akhir pekan. Kami ingin mengajak pembaca untuk stop sejenak dari rutinitas sepanjang hari kerja. Lantas nikmati akhir pekan yang beda, yang keluar dari rutinitas. Stop dan keluar dari pikiran yang itu-itu saja.
STOP kami harapkan jadi semacam mantera yang memanterai kami dan pembaca kami. Lagi pula, pada STOP yang empat huruf itu toh masih terkandung huruf-huruf dari POSMETRO.
Logotype STOP pun dipilih fond khusus agar terkesan dinamis, fresh, modern, smart, tidak kaku, tidak kampungan atau pun old fashion. Kami tetap memakai warna merah, selain alasan filosofi warna, pemilihan warna merah agar pembaca Posmetro tidak merasa asing dengan STOP ini.
DIarsipkan di bawah: cover, desain, headline, media, rubrik | 1 Komentar »
Posted on Mei 23, 2007 by posmetro
Jeko sebenarnya hadir di setiap edisi Posmetro, jarang sekali dia absen “ngojek” kalau gak ada urusan penting (hehe…) tapi karena “penjaga gawang blog ini” sok sibuk,suka keluyuran entah ke mana dan akhir-akhir ini lebih sering nongkrong di sini, maka Bang Jeko yang hadir di blog ini pun tak bisa menyesuaikan dengan edisi korannya.
Tapi setidaknya Bang Jeko pasti akan selalu datang menyapa anda, tamu di blog ini.
berikut ini beberapa episode Jeko yang pernah terbit beberapa minggu yang lalu…

DIarsipkan di bawah: jeko, media | Leave a Comment »
Posted on Mei 13, 2007 by posmetro

Ternyata Spiderman “membasmi kejahatan” hingga ke Batam, maka dengan senang hati kami tampilkan foto Peter Parker saat beraksi dengan kostum Spider nya. Ini Cover edisi Minggu (13/5)
DIarsipkan di bawah: cover, desain, headline | 1 Komentar »
Posted on April 25, 2007 by posmetro

INGAT mayat, ingat Sumanto. Ingat Sumanto, ya ingat mayat. Tak ada yang tak kenal Mas Sumanto dari Purwokerto itu. Apakah semakin banyak lahir Sumanto yang baru di Indonesia ini? hingga kita kekurangan mayat? rasanya tidak, tapi kalau Koruptor-koruptor baru mungkin ya. Lalu mengapa harus impor mayat? seperti yang sering kita dengar misalnya “impor beras” berarti kita membeli beras dari luar negeri karena stok di dalam negeri tak cukup. Tapi dalam kasus headline di atas, apakah sama artinya dengan kasus impor beras? rasanya tidak juga. Kalau tidak, kok ngimpor?
Kita tahu Singapura saat ini kekurangan lahan, hingga untuk menguburkan orang mati pun mereka kerepotan. Lalu apa akal? membuang ke laut? rasanya sangat tak manusiawi, atau membakarnya jadi abu? tak semua yang mau melakukan itu.
Caranya? apa lagi kalau bukan di “ekspor”. Kemana? apa lagi kalau bukan Indonesia yang berlimpah pulau-pulau kosong. Kebetulan Batam dan sekitarnya adalah yang terdekat dari Singapura, maka mayat-mayat itu pun dikirim dan menghuni pulau-pulau kosong itu.
Ini menarik karena tak semua orang setuju dengan ini, banyak yang menentangnya. Yang pro: apa salahnya, toh pulau-pulau itu tak berpenghuni juga, kan bisa nambah PAD juga kan? Yang kontra: Ini penghinaan! masa pulau kita buat kuburan masal? bisa-bisa nanti banyak pulau hantu di negeri ini.
Hmm…andai Sumanto yang baru banyak lahir, kita rasanya tak perlu repot mengurus ini….
Dobby F
DIarsipkan di bawah: cover, headline, media | 2 Komentar »
Posted on April 25, 2007 by posmetro
DIarsipkan di bawah: desain, jeko | 1 Komentar »
Posted on April 18, 2007 by posmetro
Posted on April 18, 2007 by posmetro

ADAKAH perbedaan antara pembunuhan dan pembantaian? hmm…ada. Meski keduanya sama-sama berujung pada penghilangan nyawa orang secara paksa tapi berbeda dalam hal “tata caranya”. Misalnya cara membunuh seorang psikopat berbeda dengan cara membunuh dari seorang yang berusaha membela diri. Orang-orang yang belajar Criminology lebih paham tentang ini.
Lalu headline Posmetro di atas termasuk jenis yang mana? saya cenderung menyebutnya pembantaian. Mengapa? sebab korban tewas dengan kondisi yang sangat mengenaskan, bisa dilihat dari luka sabetan parang (golok panjang) dan tusukan sangkur (pisau tentara) di hampir sekujur tubuhnya. Alasan lain? pelaku bukan satu-dua orang, tapi (diduga kuat) lebih dari sepuluh orang. Motif? masih dalam penyelidikan.
Itu berita besar, apalagi salah satu korban adalah seorang anggota polisi. TKP juga bukan sembarangan tempat, di sebuah pos polisi. Menjadikannya Headline adalah sebuah kewajiban, hal yang tak bisa ditawar-tawar lagi. Infografis peristiwa tersebut juga ada pada edisi ini, yang ditempatkan di halaman dalam.

Yang dimaksud dari sebuah trik adalah ketika dengan ruang koran yang terbatas sementara keperluan “judul yang informatif” sangat penting maka harus ada sebuah cara agar semua itu bisa dilakukan. Apa? ya, mengecilkan ukuran Logotype Posmetro. Logotype agak dikecilkan dan digeserkan ke kanan supaya judul dan foto yang dipilih bisa masuk dan maksimal.
dobbyf
DIarsipkan di bawah: desain, headline, media | Leave a Comment »
Posted on April 15, 2007 by posmetro

kartun: Hasan Aspahani
DIarsipkan di bawah: desain, jeko | Leave a Comment »
Posted on April 15, 2007 by posmetro
“Pak tua sudahlah…” Ingat dengan lagu dari el Pamas itu? mungkin dari kita masih sering menyanyikannya, lagu itu sangat populer di awal-awal 90-an. Tak sulit menebak siapa yang dimaksud “Pak Tua” nya el Pamas, dari liriknya kita tau itu adalah sindiran untuk penguasa saat itu yang memang sudah tua umurnya dan “tua” duduk di kursi kekuasaan.
Lalu apa hubungannya dengan headline Posmetro di atas? Tak ada hubungan dengan el Pamas atau pun kekuasaan, kecuali mengambil persamaan pada frase “Pak Tua”. Kasus ini jadi unik karena pak tua diketahui tewas dalam sebuah taksi. Kematian alias ajal memang bisa datang di mana saja atau kapan saja, tak peduli di sebuah taksi rongsokan atau di dalam kamar sebuah kondomonium lantai 30.
Ajal memang tak pilih-pilih tempat, jadi segera bertobatlah….:)
dobbyf
DIarsipkan di bawah: desain, headline, kriminal | 2 Komentar »
Posted on April 15, 2007 by posmetro