
oleh: Hasan Aspahani
BEGINILAH cara kami berkelit dari keterbatasan halaman sempit. Tersangka pembunuh supir taksi itu adalah oknum tentara. Berita ini sudah menjadi berita utama di edisi sebelumnya. Kabar itu tentu masih menarik. Apalagi kali ini dia kabur.
Kata oknum tentara terlalu sesak kalau ditampilkan juga di judul utama, tapi sebagai keterangan tambahan tentu masih sangat menarik. Apalagi ada “rumus” memberitakan sebuah peristiwa lanjutan di koran harian yaitu anggap semua pembaca tidak membaca berita sebelumnya. Maka, kata itu diselipkan mendahului judul utama dengan ukuran font jauh lebih kecil. Tanpa selipan itu kalimat judul utama sudah menarik dan lengkap.





Gak usah pake “Oknum” aja, pak. Tentara Pembunuh Sopir Taksi Kabur. BTW seru banget ngikutin Jeko dan Halaman depan Pos Metro!
[...] agak sesak memang, tapi ini bagian dari apa yang pernah ditulis Pimred Posmetro, tentang berkelit di halaman sempit, atau mungkin memang sudah “khitah” sebuah koran kota yang tidak harus kaku dengan [...]